Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Rabu, 19 Oktober 2011

Asuhan Keperawatan Hipoglikemia


HIPOGLIKEMIA



Definisi

Hipoglikemi bisa didefinisikan sebagai kadar gula yang rendah, biasanya kurang dari 3 mmol/L pada pembuluh vena dengan gejala dan tanda utama dimana harus secepatnya dikenali.

 

Perhatian

Selalu dicek kadar gula kapiler pada semua pasien dengan penurunan kesadaran dan kejang.

Kadar glukosa darah kapiler lebih rendah dari kadar vena dan bisa dilihat dari tensi yang rendah, acral dingin dan oedema dimana harus dikomfermasi dengan pemeriksaan darah vena di laboratorium untuk mengecek hipoglikemi.

 

PENYEBAB

Sebagian besar karena diabetes dengan pengobatan insulin atau sulphonilurea

Penyebab hipoglikemi pada pasien sehat

Obat

      - Alkohol

      - Salisilat

      - Monselektif Beta Bloker

      - Overdosis insulin atau oral hipoglikemik  agent

Aktifitas yang terus menerus

Insulinoma

Penyebab hipoglikemia pada pasien sakit

1.     Sepsis dan shock

2.     Infeksi: malaria, pengobatan Quinine

3.     Puasa, anoreksia nervosa

4.     Kerusakan hepar

5.     Gagal jantung

6.     Gagal ginjal

7.     Endokrin

-        Hipotalamus

-        Pituitory

8.     - Insufisiensi axis adrenal pada kortisol dan   hormon pertumbuhan

-        Antibodi insulin

Tumor pada sel non-islet seperti sarioma, mesothelioma

Masalah kongenital hepar meliputi defek pada karbohidrat, asam amino dan metabolik asam lemak

 

TANDA KLINIS

   Hipoglikemia biasanya manifestasinya luas pada syaraf seperti

1.     Neurogenik/autonomik (kadar gula 2,8-3 mmol/L) status berlebihan pada simpatis dengan diaphoresis, takikardi gelisah dan pucat

2.     Neuroglikopenia (kadar gula <2,5-2,8 mmol/L)

3.     Iritabilitas, kebingungan dan agresif

4.     Penurunan kesadaran

5.     Kejang

6.     Defisit fokal neurogenik

 

PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan di UGD

1.     Monitoring: ECG, nadi dengan oxymetry, tanda vital

2.     Memberi O2 dengan aliran rendah

3.     Mencek kadar glukosa semua pasien dengan penurunan kesadaran

4.     Menanyakan riwayat pekerjaan

5.     Mengecek apakah ada diabetes mellitus, riwayat pengobatan banyaknya dosis obat dan adanya penyakit kronis yang lain

6.     Jika pasien tidak sadar maka keluarga harus ditanya tentang riwayat penyakit, obat yang diberikan, kartu berobat, serta melihat sisa obat

 




PEMERIKSAAN

1.     Kadar glukosa vena , ureum/elektrolit/creatinin, tesfungsi lever, darah lengkap dan sebagainya

2.     Jika pasien tidak diabet diberi 1-2 extra kantung darah dalam es untuk serum insulin, C-peptide dan cortisol untuk bahan evaluasi endokrine

3.     Pengobatan tidak perlu menunggu hasil laboratorium

 

PENGOBATAN

        Diberikan  untuk yang masih sadar dan pasien yang kooperatif serta pasien tak sadar atau tidak kooperatif

Sadar dan kooperatif

1.     Obat oral

2.     Minum-minuman kaya karbohidrat (glukolin, ensure, milo, air gula) dan sebagainya

Tidak sadar / Nonkooperatif

1.     Infus D 50% 40-50 ml

2.     Jika pasien susah diinfus diberi IM/SC glucagon 1 mg

3.     Jika terjadi karena alkohol yang kronik beri intravena thiamin 100 mg

4.     Jika karena adrenal insufiensi beri hidrocortison intravena

5.     Jika karena trauma beri tetanus profilaksis


Monitoring

1.     Cek gula darah setelah 15 menit dan setiap setengah jam pertama, juga monitoring yang agak lama jika penyebabnya overdosis sulphonylurea dengan Glibenclamide atau chlopropamide

2.     Ulangi dengan cepat dosis awal juga ditentukan infus D5% atau 10% sampai mencapai kadar glikosa normal.

3.     Sebagian besar pasien sadar 20-30 menit

4.     Jika tetap tidak sadar maka perlu dilakukan CT-Scan untuk melihat kondisi otak

 


DISPOSISI

Faktor penyebab meliputi:

Faktor etiologi beberapa penyebab penyakit

Faktor keparahan berupa defisit neurologik dan respon terhadap pengobatan

Respon dari peningkatan kadar glukosa darah dan kebutuhan selanjutnya

Penyebab kecacatan berupa trauma kepala

Penyebab psikologis tidak dipungkiri karena faktor yang dibuat sendiri atau percobaan bunuh diri.

Pada umumnya di konsulkan ke internis bagian endokrin

Hasil tertentu yang disebabkan karena overdosis, kerusakan hepar akut atau sepsis berat harus di hemodialisa di ICU

Jika penyebabnya jelas maka supaya tidak berulang pasien dijaga dengan baik terutama jika karena faktor yang dibuat sendiri atau bunuh diri.

 



0 komentar:

Poskan Komentar